VISIBLEMI - Kali ini Mbak Fika akan membahas dan mengupas tuntas apa itu brand, branding, dan brand identity. Buat kamu yang masih bingung mari simak baik-baik, tapi buat kamu yang udah tau bisa skip aja artikel ini dan cari artikel lain. Gausah lama-lama, lets go
Brand
Sebelum membahas branding dan brand identity alangkah lebih baiknya kita berkenalan dulu dengan yang namanya brand. Brand adalah persepsi orang lain tentang sesuatu yang kita miliki. Bisa berupa produk, jasa, atau personal (sering denger dong dengan yang namanya personal branding)
Ini merupakan sebuah wajah atau muka dari sebuah bisnis, bahkan bisa mewakilkan sebuah kepribadian. Brand akan menimbulkan kesan sangat mendalam, baik di awal maupun setelah terbentuk di tengah kelompok masyarakat
Brand juga bisa dikatakan sebagai hasil dari tindakan atau reputasi yang dimiliki dalam kegiatan yang kita jalankan
"mengapa kita membuat brand?"
Buat para fanboy dan fangirl pasti sering banget ngerasain ini. Ketika terbiasa menggunakan salah satu produk favorit lalu akan terasa aneh ketika harus memakai produk lainnya, padahal sama aja
"kok bisa?"
Secara tidak langsung, brand dapat membangun kepercayaan masyarakat. Tanpa brand, masyarakat tidak akan kenal siapa kita dan apa yang kita miliki. Di era sekarang ini banyak sekali produk yang serupa menjamur dimana-mana, ini semua berkat pertumbuhan UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah) di Indonesia
Yang membedakannya tidak lain dan tidak bukan adalah brand. Setiap brand memiliki keunikannya masing-masing dan untuk bertahan lama di tengah masyarakat sebuah brand haruslah tetap unik. Karena semakin unik dan semakin bertahan lama sebuah brand, maka nilainya akan semakin tinggi
Semakin unik dan semakin bertahan lama brand kita, maka nilainya akan semakin tinggi. Jadi itulah kekuatan sebuah brand. Udah pada tau kan? Ok next
Branding
Branding adalah proses pembentukan identitas di mata masyarakat. Baik itu bentuknya bisnis atau pun personal. Branding juga merupakan pembentukan persepsi tentang bagaimana sebuah bisnis atau diri kamu dikenal oleh orang banyak
"kalo ganti logo aja udah bisa di bilang sebagai branding?"
Kayanya Mbak Fika harus jelasin dulu sama kamu, tolong diingat baik-baik kalo brand bukanlah logo. Brand adalah pengalaman menyeluruh yang didapatkan oleh orang lain ketika berinteraksi dengan produk, jasa, organisasi, atau bahkan diri kamu sendiri sehingga terbentuk ikatan emosional
"lalu apa hubungan branding dengan desain?"
Branding tidak sama dengan desain. Namun, desain identitas seperti desain logo merupakan bagian dari proses branding
Konsep dasar dari branding adalah tentang pembentukan persepsi
Untuk membentuk persepsi kita membutuhkan image atau kesan. Inilah yang sering disimbolkan dalam berbagai elemen branding, salah satunya adalah desain logo. Selain itu masih banyak lagi desain lain seperti desain kop surat, kemasan, website, dan yang lainnya yang juga merupakan bagian dari identitas sebuah brand
Namun ada juga elemen branding non desain lainnya yang harus kamu lakukan. Misal, membentuk brand voice, brand statement, tagline, dan yang lainnya. Dari sinilah yang nantinya akan melahirkan pengalaman dan ikatan emosional orang lain atas brand kita
Jadi jangan asal-asalan dalam membangun brand kalau pengen bisnis kita sukses. Persiapkan brand identity dengan tepat untuk menciptakan pengalaman terbaik bagi orang yang ingin berinteraksi
Brand identity
Merupakan sebuah sistem pembentukan sebuah brand yang dapat langsung kita lihat, rasakan, dengar dan kita sentuh. Ketika kamu memahami siapa calon customer yang ideal, brand identity dapat mengkomunikasikan pesan brand secara jelas
Contoh: Penggunaan font tipis dan berjarak untuk identitas sebuah brand fashion akan lebih keren dan masuk akal dari pada font tebal yang seharusnya digunakan untuk perusahaan kontraktor
Brand identity juga dapat membuat brand kita tampil beda dari pesaing kita, memberikan pilihan kepada orang lain tentang produk siapa yang paling tepat untuk mereka konsumsi. Brand tanpa panduan ibarat kamu tanpa aku, pernak gak liat perusahaan yang logo di kop surat dan kartu namanya beda?
Itu yang terjadi ketika brand tidak memiliki identitas yang jelas. Sementara itu tujuan dari brand identity adalah menciptakan konsistensi, memberikan panduan untuk menjalankan proses branding agar terarah dan konsisten dalam pembentukannya
"biayanya mahal gak?"
Pertanyaan teknis seperti ini sering banget ditanyain, mungkin sebagian dari kamu sering berpikir perihal jasa pembuatan logo yang amat mahal
Jika kamu beranggapan kalau membuat bisnis dan branding-nya cukup dengan logo saja dan kamu berharap semua orang mengenal brand kamu. Cukup, itu cuma harapan aja. Coba bayangkan ketika bisnis kamu sudah besar sekali dan branding-nya masih acak-acakan. Berapa biaya yang harus kamu keluarkan untuk mengganti semua elemen operasional menjadi sebuah brand yang konsisten?
Padahal tadi di awal udah sempat dibahas kalo ini semua berhubungan dengan konsistensi. Bagaimana produk kita akan dikenal dan dicintai kalau tampilan logonya saja beda-beda disetiap sales kit-nya? untuk diingat saja mungkin tidak
Branding akan terlihat mahal jika kamu hanya beranggapan itu sebagai gambar saja. Namun, untuk yang paham bahwa branding adalah invesasi jangka panjang, biaya ini sangatlah murah dan terjangkau
Mulai sekarang kamu harus membangun brand kamu sekokoh mungkin. Buatlah brand identity kita sekonsisten mungkin, maka kamu akan memiliki banyak sekali pelanggan yang memiliki pengalaman emosional atas brand dan yang paling penting profit berlimpah
Karena dirasa sudah terlalu panjang dan melelahkan, rasanya cukup sekian dulu pembahasan dari Mbak Fika mengenai brand, branding, dan brand identity (*/Fika)
